Selasa, 29 Oktober 2013

MENOREH LUKA, MENYIMPAN KENANGAN

Berselimut embun dari pucuk kerinduan yang menggerogoti sejuta senyuman, membiaskan kenangan yang pudar akan waktu di kepiluhan mendua dalam sejatinya ikatan kasih berdarah serupa. Tiada hari tanpa mimpi buruk yang setiap malam mendatangi hati yang tumbuh akan penyesalan mencinta. Dalam semak duri menjumpai pitik kusam bekas tumpukan rindu pada lampu yang bercahaya tetapi hampa akan suasana yang lahir dari seuntai kata bodoh.
Langkah yang kian tertatih memusnahkan mimpi yang hampir mencapai garis akhir, cincin yang menjadi saksi tak begitu berarti tanpa restu dari Sang Pencipta oleh malaikat yang di utus dalam kolong langit dengan penuh sandiwara membusukkan hati yang hancur bersama ragi yang tak tahan piluh hingga ketulusan ku kini tak berarti tanpa ketulusan dari hati mu, derita yang ku rasa seakan merajalelah dalam benak dan otak ku, hari ku kini penuh dengan kepalsuan akan senyuman yang bertebaran.
Apa yang kamu pikirkan? Setelah sekian lama, waktu yang menjadi saksi antara semua cerita kita, megenangkan berjuta warna-warni yang tak pernah ku lihat sebelumnya, kelamkan hari ku dengan piluh yang merangsang otak dan pikiran ku, sahabat ku berani berkata sayang terhadap mu? Sahabat ku berani membohongi ku karena mu? Kau bahkan memberi balasan dengan untaian tipu muslihat dari bibir yang manis.
Dinginkan hati ku, musnahkan kebencian ku kepada mu, biarkan semua yang terluka di makan oleh waktu. Aku kini hanya terus berdoa dalam derasnya air mata yang menusuk kalbu dan sukma ku, begitu memiluhkan jiwa yang menepiskan keikhlasan ku. Perlahan-lahan aku meraih mimpi untuk jauh dari kesedihan namun usaha ku tak cukup baik dengan berbagai cobaan yang melumpuhkan memori ku akan indahnya kebahagian.
Sebesar apa pengorbanan yang ku beri hingga mendapat kebahagian yang bisa menjadikan ku wanita yang beruntung? Kapan kah aku mendapat ketulusan seperti ketulusan yang ku berikan? Mulut ku di kekang oleh kepalsuan yang pedihkan hati hingga menjadi keremukkan ku saat aku terus menggapai harapan dengan usaha yang benar-benar jauh dari pikiran ku
Sesaknya dada ku? Apa yang kamu rasakan?
Aku kian terus berdoa pada Sang Pecipta agar hidup mu tidak menjadi murung akan karma yang sedang menanti. Tatapan ku penuh kehampaan, bayangan yang ku lihat kemarin kini musnah hari ini, hari di mana ku terluka dan memijakkan kedua kaki ku dengan penyesalan tentang garis cerita cinta. Pria yang ku sanjung akan kebaikannya, akan perhatiannya, kini telah menghancurkan kepercayaan ku yang karena Aku hanya wanita sederhana, wanita yang tidak sesempurna dengan wanita lain, sahabat ku contohnya
Bunga yang mekar menjadi layu, orang ku percaya bahkan aku sayangi kini mengkhianati hati yang tulus akan perasaan kasih sayang yang mendalam dalam diri hingga membaur dengan kehormatan dan penghargaan yang mencapai sebuah ikatan tidak memuluk-mulukkan suasana menjadi hampa.
Menyingkap sebuah cerita dengan tulisan serta gambar akan kenangan mengajarkan aku tentang kesabaran dan keikhlasan untuk bisa melepaskan apa yang tidak pantas ku genggam, biarkan semua yang pergi karena keputusan dan biarkan semua yang datang karena pilihan meski pun hati yang masih kelam dan larut akan luka kepedihan serta meski waktu yang lama menunggu kebahagian hingga yang menjadi senyuman kecil dan manis ku adalah suatu kepercayaan bahkan segengam doa dapat menjawab semua harapan serta mimpi ku untuk bahagia yang sempat tertunda.
TERIMA KASIH *Bunga2713*

Follow : @AngelTMiranda_ @Nhiiyaa_

SAPAAN RINDU

Biarkan sakit hati ini menjadi saksi, ketika merindu dan mengharapmu butuhkan airmata :'(
Terdengar lucu, saat semua bertanya salah tidak jika kita berharap? Iyah, berharap pada seseorang yang tak sadar bahwa dialah yang tersayang. Dan ku jawab, TIDAK SALAH SAMA SEKALI. Mengapa? Karna saat ini aku juga telah mengharap :'(
Sudahi lelahku tuhan !! Hingga kapan terus begini? Hingga lelahku membunuh nyawaku ? Sampai kulupa dan tidak kembali mengingat siapa amda UNTUK SELAMANYA (⌣̩_⌣)

Follow : @Nhiiyaa_ @ayuastariiksan